-SELALU ADA TEMPAT UNTUK SEBUAH CORETAN ASAM MANIS HIDUP-

Wednesday, July 20, 2011

Seonggok Pemikiran

Berawal dari pembicaraan ringan saya dengan seorang teman mengenai impian dan pencapaian. Dengan kondisi yang tidak bisa seenaknya hanya meminta kepada orang tua, tentu saja diperlukan sebuah kerja keras. Lain cerita dengan orang-orang yang beruntung di posisi tingkat atas dari sejak lahir, tidak akan begitu sulit mendapatkan apa yang menjadi keinginannya. Lalu saya bilang ke dia "orang yang memang lahir dari keluarga kaya dan mencapai suksesnya hanya akan direspon dengan "gak heran", tapi orang yang mencapai mimpinya dari sebuah kerja keras akan dinilai lebih sebagai "sebuah keberhasilan dan pembuktian". Pertanyaan pertama yang sering saya dengar pada saat wawancara dengan orang-orang yang terlahir kaya adalah : "Gimana rasanya terlahir jadi seorang anak keluarga ini?" dan efek yang muncul bagi orang yang menonton pun lebih banyak berandai-andai berada di posisi tersebut ketimbang merasa termotivasi. Lain halnya untuk orang-orang hebat dengan kerja keras hingga akhirnya berhasil mencapai sesuatu, akan muncul sebuah motivasi untuk percaya bahwa tidak ada yang mustahil selama kita mau berusaha. Bagi sekelompok orang, kepintaran dalam ilmu tertentu adalah satu-satunya senjata yang dia punya untuk bisa mencapai semua mimpinya, bagi kelompok lain uang adalah senjata yang paling ampuh mendapatkan apapun. 

Mereka yang bisa mendapatkan segalanya dengan uang lebih sering mengisi hidupnya dengan kesenangan dan jarang atau bahkan tidak pernah memikirkan masa depan. Pencapaian buat mereka adalah mobil keluaran terbaru, berlibur ke luar negeri, makan di tempat-tempat mahal, update fashion terbaru dari merk terkenal dan puncaknya adalah memamerkan semuanya kepada komunitas sekitarnya. Buat mereka pendidikan tinggi adalah sebuah gengsi bukan pencapaian. Tidak semua seperti itu memang, tapi tidak sedikit juga yang seperti ini bukan?. Saya dulu pernah iri dengan kelompok seperti itu, perjuangan dan kerja keras rasanya tidak ada di bagian hidup mereka, hanya menikmati masa sekarang karena mereka yakin hidup mereka akan selalu mudah dengan uang yang akan terus mereka dapatkan. 

Tapi saat ini saya justru lebih menghargai sebuah kerja keras dan perjuangan untuk mencapai apa yang menjadi mimpi saya. Hidup di kota lain demi sebuah pencapaian pendidikan yang diharapkan orang tua membuat saya mengerti itu semua dan tidak ada yang perlu di-iri-kan, seperti yang dilakukan teman saya yang memulai dengan mimpinya dan menggapai itu semua dengan kerja keras untuk menghasilkan keberhasilan dan pembuktian. Buat saya tidak ada yang perlu dibanggakan terlahir dari sebuah keluarga kaya, sebaliknya berbanggalah terlahir dari keluarga yang mengajarkan ilmu dan kerja keras sebagai modal.





No comments:

Post a Comment