-SELALU ADA TEMPAT UNTUK SEBUAH CORETAN ASAM MANIS HIDUP-

Friday, September 16, 2011

Gadis Robot

Dia hanya bisa menarik napas panjang dan terus menenangkan diri. Dia hanya bisa menarik napas panjang sambil mengingat semua yang pernah terjadi dulu. Dia hanya bisa menarik napas panjang untuk menahan air mata jatuh menemani rasa perih di hati. Dia hanya bisa menarik napas panjang menahan tekanan yang terus menerus tanpa bisa mengeluarkan semuanya sedikitpun. Dia hanya bisa menarik napas panjang dan berusaha mengerti keinginan orang lain tanpa ada yang mencoba mengerti maksud hatinya. Dia berharap jadi robot yang bisa melakukan apapun yang diinginkan, tanpa harus tahu bagaimana perasaannya. Semuanya ingin dimengerti, semuanya ingin menuntut lebih,semuanya melemparinya dengan kata-kata negatif. Dia berusaha tertawa, dia berusaha tersenyum tanpa beban dan berharap ada seseorang yang melihat jauh ke dalam hati. Tapi siapa dia untuk orang-orang di sekelilingnya?tidak ada artinya, tidak ada yang mau bersusah payah menyelami hatinya dan jadilah dia gadis robot. 

Gadis yang dikelilingi banyak orang dengan banyak tombol diseluruh badannya. Setiap orang sudah punya tombol keinginannya sendiri terhadap gadis ini. Si A akan tinggal menekan tombol di kepala si gadis dan gadis ini pun akan langsung melakukan pekerjaan sehari-hari. Lain lagi dengan Si B, dia cukup menekan tombol di tangan si gadis robot dan gadis inipun langsung melakukan pekerjaan kantoran dengan rapi dan teratur. Untuk si C cukup menekan tombol yang ada di belakang badan si gadis dan dia akan menjadi pendengar untuk setiap keluhan yang keluar. Dia terbiasa mendengar kata-kata tajam dan cemoohan. Tidak ada hari libur untuk gadis ini, tidak ada perawatan apapun untuk gadis robot ini. Semua tombol bahkan bisa ditekan dalam waktu yang bersamaan dan tidak ada tangisan atau kelelahan tergambar di wajahnya. Malam hari di saat yang lain sudah terlelap dia masih terjaga hanya untuk menangis dan pagi harinya harus kembali tersenyum untuk orang-orang di sekitarnya. 

Gadis ini merindukan seorang sahabat, tapi robot harusnya tidak butuh itu, robot seharusnya tidak punya perasaan. Bahkan seharusnya tidak perlu ada tangisan mengisi hari-harinya, sebaliknya yang diperlukan adalah bagaimana gadis ini menjalankan setiap perintah dari tombol-tombol yang ditekan. Entah berapa lama gadis ini bisa bertahan, hanya berharap gadis ini selalu punya semangat untuk bangkit bukan sebagai robot, tapi sebagai dirinya sendiri.



.hampir tengah malam, kisah dengan makna.

Thursday, September 15, 2011

180 Derajat

Berbeda 180 derajat itulah yang terjadi setelah menginjakkan kaki di Balikpapan. Dari yang dulunya hanya berada di seputar kamar 3 mx 4 m menghabiskan waktu hampir satu hari penuh, sekarang justru berlama-lama dikamar adalah hal yang paling saya inginkan. Dari yang tadinya kegiatan waktu malam adalah nonton TV dan menelepong, sekarang justru jarang di rumah kalo malam (syukur-syukur jam 10 uda di rumah). Dari yang tadinya bingung mo ngapain jalanin hari, sekarang justru bingung mau ngatur waktu. Dan yang paling nyata adalah dari yang tadinya mahasiswa sekarang (masih) pengangguran *tepokjidat*. Kembali ke kota ini memang membuat banyak hal berubah. Ada kebiasan-kebiasaan yang mau gak mau harus terkubur dengan sendirinya dan diganti dengan kebiasaan baru. Warna-warna lain mulai masuk dalam hidup saya, entah itu warna cerah yang enak dilihat ataupun warna gelap yang mau gak mau harus tetap enak untuk dilihat :). Lingkungan baru mulai sedikit mempengaruhi cara berpikir saya. Menghadapai komunitas baru pun menuntut hal yang kompleks pula, tadinya saya adalah orang yang sangat menikmati kesendirian dengan berbagai macam pikiran yang bisa diwujudkan kedalam tulisan. Bahkan beberapa hal penting yang berhubungan dengan perasaan pun mau tidak mau ikut menjadi korban. 

Harusnya saya bersyukur dengan semua kesempatan yang bisa saya dapatkan, tetapi terkadang saya justru merasa hampa dengan semua yang saya jalani. Berada di tengah komunitas tidak menjamin hati saya selalu nyaman dengan hal-hal yang terjadi di dalamnya dan ini yang membuat saya merindukan waktu sendiri yang dulu menjadi bagian hari-hari saya dan merindukan kehidupan di Surabaya yang pernah saya jalani selama beberapa tahun terakhir ini. 




-Balikpapan,   di tengah waktu luang-

Sunday, August 28, 2011

I'm back!

teramat sangat merindukan halaman ini..teramat sangat merindukan waktu menikmati setiap kata yang menjadi cerita di blog ini. pulang kampung salah satu alasan kenapa saya jarang mengunjungi tempat ini. tidak bisa lagi menghabiskan waktu seharian hanya untuk menulis walaupun sebenarnya sangat merindukan waktu semacam itu lagi. ada banyak hal yang ingin saya tumpahkan dan bagikan, tapi setidaknya tulisan ini menjadi awal baik supaya lebih rajin meluangkan waktu untuk sebuah tulisan. yang jelas kangen saya masih sangat besarrrrrrrrr dengan blog ini dan sesegera mungkin kembali mengunjungi vivithecroco.blogspot.com. 


*kecuppelukhangatttttt*