-SELALU ADA TEMPAT UNTUK SEBUAH CORETAN ASAM MANIS HIDUP-

Thursday, September 15, 2011

180 Derajat

Berbeda 180 derajat itulah yang terjadi setelah menginjakkan kaki di Balikpapan. Dari yang dulunya hanya berada di seputar kamar 3 mx 4 m menghabiskan waktu hampir satu hari penuh, sekarang justru berlama-lama dikamar adalah hal yang paling saya inginkan. Dari yang tadinya kegiatan waktu malam adalah nonton TV dan menelepong, sekarang justru jarang di rumah kalo malam (syukur-syukur jam 10 uda di rumah). Dari yang tadinya bingung mo ngapain jalanin hari, sekarang justru bingung mau ngatur waktu. Dan yang paling nyata adalah dari yang tadinya mahasiswa sekarang (masih) pengangguran *tepokjidat*. Kembali ke kota ini memang membuat banyak hal berubah. Ada kebiasan-kebiasaan yang mau gak mau harus terkubur dengan sendirinya dan diganti dengan kebiasaan baru. Warna-warna lain mulai masuk dalam hidup saya, entah itu warna cerah yang enak dilihat ataupun warna gelap yang mau gak mau harus tetap enak untuk dilihat :). Lingkungan baru mulai sedikit mempengaruhi cara berpikir saya. Menghadapai komunitas baru pun menuntut hal yang kompleks pula, tadinya saya adalah orang yang sangat menikmati kesendirian dengan berbagai macam pikiran yang bisa diwujudkan kedalam tulisan. Bahkan beberapa hal penting yang berhubungan dengan perasaan pun mau tidak mau ikut menjadi korban. 

Harusnya saya bersyukur dengan semua kesempatan yang bisa saya dapatkan, tetapi terkadang saya justru merasa hampa dengan semua yang saya jalani. Berada di tengah komunitas tidak menjamin hati saya selalu nyaman dengan hal-hal yang terjadi di dalamnya dan ini yang membuat saya merindukan waktu sendiri yang dulu menjadi bagian hari-hari saya dan merindukan kehidupan di Surabaya yang pernah saya jalani selama beberapa tahun terakhir ini. 




-Balikpapan,   di tengah waktu luang-

No comments:

Post a Comment