Dia hanya bisa menarik napas panjang dan terus menenangkan diri. Dia hanya bisa menarik napas panjang sambil mengingat semua yang pernah terjadi dulu. Dia hanya bisa menarik napas panjang untuk menahan air mata jatuh menemani rasa perih di hati. Dia hanya bisa menarik napas panjang menahan tekanan yang terus menerus tanpa bisa mengeluarkan semuanya sedikitpun. Dia hanya bisa menarik napas panjang dan berusaha mengerti keinginan orang lain tanpa ada yang mencoba mengerti maksud hatinya. Dia berharap jadi robot yang bisa melakukan apapun yang diinginkan, tanpa harus tahu bagaimana perasaannya. Semuanya ingin dimengerti, semuanya ingin menuntut lebih,semuanya melemparinya dengan kata-kata negatif. Dia berusaha tertawa, dia berusaha tersenyum tanpa beban dan berharap ada seseorang yang melihat jauh ke dalam hati. Tapi siapa dia untuk orang-orang di sekelilingnya?tidak ada artinya, tidak ada yang mau bersusah payah menyelami hatinya dan jadilah dia gadis robot.
Gadis yang dikelilingi banyak orang dengan banyak tombol diseluruh badannya. Setiap orang sudah punya tombol keinginannya sendiri terhadap gadis ini. Si A akan tinggal menekan tombol di kepala si gadis dan gadis ini pun akan langsung melakukan pekerjaan sehari-hari. Lain lagi dengan Si B, dia cukup menekan tombol di tangan si gadis robot dan gadis inipun langsung melakukan pekerjaan kantoran dengan rapi dan teratur. Untuk si C cukup menekan tombol yang ada di belakang badan si gadis dan dia akan menjadi pendengar untuk setiap keluhan yang keluar. Dia terbiasa mendengar kata-kata tajam dan cemoohan. Tidak ada hari libur untuk gadis ini, tidak ada perawatan apapun untuk gadis robot ini. Semua tombol bahkan bisa ditekan dalam waktu yang bersamaan dan tidak ada tangisan atau kelelahan tergambar di wajahnya. Malam hari di saat yang lain sudah terlelap dia masih terjaga hanya untuk menangis dan pagi harinya harus kembali tersenyum untuk orang-orang di sekitarnya.
Gadis ini merindukan seorang sahabat, tapi robot harusnya tidak butuh itu, robot seharusnya tidak punya perasaan. Bahkan seharusnya tidak perlu ada tangisan mengisi hari-harinya, sebaliknya yang diperlukan adalah bagaimana gadis ini menjalankan setiap perintah dari tombol-tombol yang ditekan. Entah berapa lama gadis ini bisa bertahan, hanya berharap gadis ini selalu punya semangat untuk bangkit bukan sebagai robot, tapi sebagai dirinya sendiri.
.hampir tengah malam, kisah dengan makna.
No comments:
Post a Comment